Pantauan CNNIndonesia.com, hujan yang mengguyur Banda Aceh sebelum Salat Isya, tidak menghentikan langkah warga datang ke masjid terbesar di Aceh itu untuk salat berjemaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, di pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman juga disediakan tempat cuci tangan bagi jamaah yang mau masuk dan keluar masjid. Hal itu sesuai anjuran Pemerintah Aceh agar tempat ibadah wajib menyediakan tempat cuci tangan bagi jemaahnya. Kemudian, waktu ceramah juga dipersingkat.
Lihat juga:Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jumat 24 April |
Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan tausiah bernomor 5 Tahun 2020 terkait ibadah di bulan Ramadan. Salah satu poin dalam tausiah itu, salat tarawih tidak dilarang dan tetap digelar seperti biasanya.
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali menyebutkan, keputusan itu diambil dari pandangan tokoh, pejabat pemerintahan dan para ulama yang ada di Aceh.
"Ada 13 poin dalam Tausyiah itu terkait pelaksanaan ibadah bulan Ramadan, jadi tetap salat tarawih berjemaah dilakukan seperti biasa di masjid," ujar Faisal Ali.
Namun, kata Faisal, ada beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh warga. Yaitu, ke masjid harus menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri.
"Tetap membawa sajadah sendiri-sendiri, dan warga kita minta untuk terapkan protokol kesehatan," ujar Faisal. (dra/wis)