"Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan mudik ke Jabar itu sekitar 660 ribu. Itu diturunkan dari angka nasional. Angka nasional itu yang sudah melakukan mudik 7 persen. Kemudian yang masih akan memaksakan mudik diperkirakan 24 persen," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk warga-warga yang berada di tujuan mudik mohon memahami, memang saudara tidak bisa datang. Dan apabila masih ada yang datang, tolong diberi perhatian. Lapor kepada Puskesmas setempat dan pastikan mereka melakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing selama 14 hari," ujarnya.
"Jika ada warga yang berindikasi mudik, kita akan mengedukasi dan meminta pengendara memutar balik kendaraan kembali ke asal," ujarnya.
Adapun semua angkutan penumpang, kata Heri, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, menjadi fokus pengawasan Pemprov Jabar.
"Angkutan umum atau pribadi yang berindikasi mudik akan dihentikan. Kita sudah menyiapkan berbagai posko sebagai titik-titik pengecekan," katanya.
"Kalau ada yang tetap mudik katakanlah, petugas harus mendata. Dari awal, Jabar sudah seperti itu. Sebelum ada larangan, sudah mendata pemudik ini dan memintanya untuk isolasi mandiri," katanya. (hyg/wis)