Pengunduran diri Andi tak bisa dilepaskan dari polemik surat yang dikirimkan kepada camat di seluruh Indonesia 13 April lalu. Dalam surat berkop Sekretariat Kabinet tersebut, Andi meminta para camat bekerja sama mendukung relawan Amartha untuk menanggulangi Covid-19.
Bentuk kerja sama itu berupa edukasi Covid-19 kepada masyarakat dan pendataan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di Puskesmas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama usai surat itu beredar di media sosial, Andi dihujani kritik. Sebagai stafsus, ia dinilai tak etis menerbitkan surat dengan mengatasnamakan Amartha, perusahaan miliknya. Terlebih surat itu dilabeli dengan kop berlambang Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Selang sehari beredarnya surat tersebut, Andi lantas menyampaikan permohonan maaf melalui pernyataan terbuka. Ia menarik kembali surat tersebut dan menyatakan hanya ingin bermaksud baik untuk mempercepat penanggulangan covid-19.
"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi pada 14 Maret lalu.
Meski telah menyampaikan surat permohonan maaf, Andi tak lepas dari kritik berbagai pihak. Desakan mundur mulai muncul.
Andi kemudian benar-benar mundur.
Kini setelah tak lagi menjadi stafsus Jokowi, Andi mengaku akan mengabdikan diri secara penuh untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.
"Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik. Saya pun tidak luput dari kekurangan. Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik," ucap Andi dalam surat pengunduran diri, Jumat (24/4). (psp/bmw)