"Saat ini masa transmisi lokal. Artinya penularan bukan lagi terjadi dari warga luar kota, namun antarwarga kota. Ini kondisi yang berbahaya. Ini bukan main-main," kata Akhyar, Jumat (24/4).
Guna mencegah penularan Covid-19, Akhyar mengingatkan masyarakat tetap patuhi imbauan pemerintah yakni tidak lalai menggunakan masker, selain tetap rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhyar menjelaskan saat ini banyak kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat pandemi ini. Namun yang harus diingat, bantuan-bantuan ini tentu ada batasnya.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Namun begitu untuk mencegah penularan virus corona, Akhyar menyatakan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Medan. Namun sebaliknya, kader PDI Perjuangan tersebut lebih memilih untuk menerapkan Cluster Isolation.
"Kita sudah bahas soal ini, kemarin saya sudah dipanggil Pak Gubernur Edy Rahmayadi. Draf Perwali tentang Cluster Isolation sedang dipersiapkan," ujarnya.
Akhyar menyebutkan Cluster Isolation yang diterapkan yakni dengan cara mengisolasi warga yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) yang selama ini masih berkeliaran.
"Warga yang positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sudah terisolasi di rumah sakit. Sedangkan warga yang masuk ODP dan OTG masih berkeliaran. Melalui Cluster Isolation ini, merekalah nanti yang akan kita isolasi agar tidak berkeliaran dan rentan menularkan virus corona di tengah-tengah masyarakat," ucapnya. (fnr/pmg)
