"Ini kasus jebol di tengah. Artinya orang yang terkonfirmasi Covid-19, semua berasal dari wilayah Sumenep tengah, seperti Saronggi, Rubaru, dan Kota Sumenep," kata Busyro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua sudah kami kerahkan, mulai dari Forkopimda hingga masyarakat untuk bisa melakukan yang terbaik. Sampai sekarang pun, kegiatan pemeriksaan masih tetap aktif dilakukan," ujarnya.
"Dan mohon jadi perhatian semua. Karena kami yakin virus ini tidak hanya menular terhadap orang yang memiliki gejala, orang tak bergejala bisa akan tertular. Buktinya di antara yang terkonfirmasi Covid-19, orangnya itu merasa tidak ada gejala," ujar dia.
Empat warga Sumenep yang terkonfirmasi positif itu berasal dari klaster asrama haji Sukolilo, Surabaya. Mereka pernah mengikuti pelatihan bagi petugas haji di sana yang digelar Maret lalu.
Total ada 415 orang dalam acara pelatihan tersebut yang berasal dari Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Dari jumlah itu, 413 berstatus sebagai peserta pelatihan, sisanya adalah pemateri.
Para peserta dibagi ke dalam 10 kelas. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso, mengungkapkan 10 kelas itu rata memiliki orang terkonfirmasi positif corona.
Sampai Jumat kemarin, klaster asrama haji Surabaya telah menyumbang 81 orang positif corona. Jumlah itu sama dengan 19,6 persen, dari total seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. (nrs/wis)