"Semenjak Covid-19 merebak dari Maret, sudah turun drastis hanya 30-40 kendaraan per hari yang beroperasi dengan catatan sekitar 200 penumpang," kata Roni saat dihubungi Sabtu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat penurunan jumlah penumpang, Roni mengatakan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) memilih mengandangkan busnya. Mereka mengalami kerugian karena biaya operasional tak sebanding dengan pemasukan.
Terkait Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama musim mudik Idulfitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Roni menegaskan pihaknya belum menutup operasional terminal sebagai respons kebijakan larangan mudik.
Ia juga mengakui masih ada beberapa bus AKAP yang beroperasi. "Kita belum bisa bertindak karena masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas Perhubungan sebagai turunan dari Permenhub tersebut," katanya.
Kota Bandung juga telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Rabu (22/4). PSSB ini diterapkan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di kota kembang. (hyg/jal)