Hanya saja, kata Mahfud, saat ini ada kritik yang disampaikan ternyata malah merusak tatanan demokrasi.
"Kami pemerintah itu juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan adanya kritik. Kritik itu tidak dibunuh tapi di antara gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada orang yang memang mau merusak," kata Mahfud melalui siaran video yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa dipungkiri, ada orang yang memang mau merusak, tidak bisa memberikan penilaian secara objektif," kata dia.
"Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat sipil yang kemudian membela rame-rame Mas Ravio. Itu kita saling berhati-hati untuk aparat dan masyarakat sipil," jelas Mahfud.
Ravio Patra sempat ditangkap polisi karena dituduh menyebar pesan berantai bernada provokasi. Ia kemudian dibebaskan lantaran pesan berantai yang dikirim melalui telepon genggamnya dilakukan oleh peretas.
[Gambas:Video CNN] (tst/agt)