Mereka menilai bantuan yang diberikan cukup minim. Apalagi, usai Malaysia kembali memperpanjang movement control order (MCO) atau lockdown hingga 12 Mei mendatang.
Mereka mengatakan perpanjangan tersebut telah membuat para WNI yang bekerja di Malaysia tidak bisa mencari nafkah. Heru (37) misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mau kirim uang, kirim salam saja yang bisa," imbuhnya sembari tertawa.
Heru yang kini berada di Kota Betong, Serawak, Malaysia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Indonesia. Hal tersebut juga dialami beberapa kawan perantauannya di beberapa daerah Malaysia.
Sementara itu Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha mengatakan pemerintah sebenarnya telah memberikan sejumlah bantuan kepada WNI yang terjebak lockdown di Malaysia. Bantuan berupa sembako.
Bantuan diberikan sejak Malaysia menerapkan lockdown.
"129.354 penerima bantuan dari enam Perwakilan RI se-Malaysia sampai dengan 24 April," kata Judha saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (25/4).
"Bantuan yang diberikan perwakilan diprioritaskan kepada WNI yang paling rentan dan paling terdampak MCO. KBRI Kuala Lumpur sudah membuat pendataan melalui google form yang dapat diisi secara online," kata dia.
Judha juga menegaskan jika sejauh ini pihaknya tidak mengambil langkah untuk memulangkan WNI dari Malaysia. Sejauh ini tercatat 64.412 WNI dari Malaysia telah pulang.
"Negara sampai saat ini tidak memulangkan, dalam arti membiayai pemulangan. Tidak ada pemulangan, kalaupun pulang secara mandiri, tapi kan sekarang tidak mudah untuk meninggalkan Malaysia karena MCO dan di beberapa titik diberlakukan lockdown," terangnya.
(khr/agt)