Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan para santri tersebut, akan pulang ke Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Sebelum melakukan perjalanan, para santri tersebut juga akan kembali menjalani pengecekan kesehatan, dan rapid test atau tes cepat, di pesantren tempat mereka tinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapasitas bus 30 penumpang, tapi nanti akan diisi hanya 15 penumpang saja," tambahnya.
Sebelumnya, klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan ini bermula saat 43 santri asal Malaysia, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, saat kembali ke negaranya.
Sementara itu pasien positif virus corona (Covid-19) di Magetan kembali bertambah. Pada Sabtu (25/4) tercatat ada 16 pasien baru, dan seluruhnya berasal Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Karas, Magetan.
Hal itu dibenarkan oleh oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan, Said Muchlissun. Ia mengatakan penambahan ini merupakan angka tertinggi di Magetan sebab terjadi hanya dalam sehari.
"Ini merupakan rekor terbesar di Magetan selama ini. Yang sangat memprihatinkan ini berasal dari satu area saja dan berasal bukan hanya dari lintas daerah tetapi sudah dari lintas negara," ujar Saif melalui pernyataan resminya, Sabtu (25/4).
Dari 31 orang tersebut, kemudian mereka menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Dan diketahui sebanyak 16 orang terkonfirmasi positif corona.
"Yang terkonfirmasi positif kali ini semuanya tinggal di satu area di wilayah kecamatan Karas, Magetan. Mereka berasal dari pondok pesantren terbesar di Magetan dari berbagai etnis/lintas negara," ujarnya.
Saif merinci, 16 pasien positif tersebut berasal dari berbagai negara yang berbeda. Dan ada pula yang WNI dari berbagai daerah di Tanah Air. Seluruhnya merupakan penghuni pesantren Temboro.
"Warga negara Malaysia sebanyak 8 orang, warga Thailand 1 orang, warga Lampung 1 orang, warga Lombok 1 orang, warga Kendari 1 orang, warga Makasar 1, warga Temanggung 1 orang, dan warga Magetan 2 orang," kata dia.
Sebelumnya, klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan ini bermula saat 43 santri asal Malaysia, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, saat kembali ke negaranya. (fey/mik)