Menurut Agus, lesunya perekonomian PTS berskala kecil hingga menyebabkan kesulitan ekonomi untuk membayar gaji dosen dan karyawan akan dirasakan dalam jangka waktu satu sampai dua bulan ke depan.
"PTS yang kecil itu ada 80 persen dari keseluruhan PTS yang terdampak signifikan. Saat ini masih mampu bertahan, namun jika situasi ini sampai satu atau dua bulan lagi dampaknya akan sangat memprihatinkan," ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah DKI Jakarta Agus kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengatakan penemuan LLDikti ini akan dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dibahas lebih lanjut.
Ia menyatakan pihaknya sudah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) untuk 400 ribu mahasiswa baru.
"Dapat juga diakses oleh mahasiswa yg sudah berkuliah tapi orang tuanya terdampak ekonominya karena covid-19. Bisa diakses oleh mahasiswa PTN maupun PTS," tuturnya kepada CNNIndonesia.com.
Terkait alokasi anggaran, ia mengatakan dana dikerahkan untuk PTS pun sudah lebih banyak dari anggaran tahun lalu.
Budi mengklaim selama ini pihaknya tidak mendapat dukungan selayak yang didapatkan PTN. Padahal jumlah PTS, khususnya yang berskala kecil, mendominasi perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah mencarikan solusi terkait hal ini. Salah satunya dengan meringankan pajak dan membantu beban uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa. (fey/mik)