Belakangan, peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat awal pelaksanaan salat tarawih, Kamis (23/4). H Aselih mengambil foto/video tentang kegiatan pelaksanaan salat tarawih di masjid "kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4) malam.
Diketahui, sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, pemerintah membatasi kegiatan di rumah ibadah.
Bambang mengatakan, karena laporan tersebut, pada Jumat dini hari, sekelompok anak remaja yang biasa melaksanakan kegiatan membangunkan sahur meluapkan kekesalan dengan melakukan aksi di depan rumah keluarga Aselih.
"Mereka membakar petasan, merusak pot tanaman, dan mendorong dorong pagar rumah," kata Bambang.
"Pihak RW, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, menjamin hal seperti ini tidak terulang kembali. Apabila terulang maka sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwewenang dan ditegakkan aturan yang berlaku," janji Bambang.
Sebelumnya di Twitter, beredar video aksi sekelompok remaja melakukan aksi menendang, melempari, hingga menggoyang-goyang pagar sebuah rumah.
Nukilan keterangan pada video tersebut mengatakan, "Di satu sudut kota Jakarta mengamuk karena salah seorang warga memberikan saran agar tidak melakukan tarawih di masjid." (yoa/kid)