Keputusan itu disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR Saiful Huda saat menggelar Rapat Kerja dengan direksi TVRI melalui sambungan jarak jauh, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu dilaksanakan sesuai waktu pembelajaran tatap muka per mata pelajaran," kata Saiful.
Selain itu, Saiful meminta TVRI dapat mengevaluasi konten tayangan pendidikan dari pihak Kemendikbud sebelum ditayangkan. Hal itu bertujuan agar menarik dan sesuai minat jenjang pendidikan para siswa.
TVRI juga diminta membuat terobosan terkait jangkauan layanan kepada masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan Indonesia.
"Dan memberikan akses tayangan ulang program belajar dari rumah mengingat keterbatasan waktu pendidik, peserta didik dan orang tua murid," kata dia.
TVRI juga diimbau melanjutkan kerja sama dengan Kemendikbud di bidang program pendidikan agar menjadi saluran edukasi yang menarik bagi masyarakat.
Sementara Kemendikbud belakangan banyak mengandalkan pembelajaran metode daring untuk menggantikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah imbas penyebaran virus corona. Meski demikian, tidak semua siswa punya layanan internet untuk mengakses program tersebut dan memutuskan untuk bekerja sama dengan TVRI.
Program Belajar dari Rumah ini akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan sepanjang pandemi Covid-19 dan akan dievaluasi di akhir bulan ketiga. (rzr/jun)