Macet PSBB Surabaya Akibat Volume Kendaraan Masih Tinggi

CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2020 12:25 WIB
Kemacetan di perbatasan Surabaya-Sidoarjo mewarna penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya, Jawa Timur, Selasa (28/4) Kemacetan di akses masuk Kota Surabaya mewarnai hari perdana PSBB di Surabaya Raya, Jawa Timur (CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kendaraan yang menumpuk di pintu masuk Kota Surabaya dari arah Sidoarjo, tepatnya di Bundaran Waru, hingga terjadi kemacetan merupakan akibat dari pemeriksaan yang ketat terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan ada begitu banyak pengendara menuju Surabaya di pagi hari yang harus diperiksa. Akibatnya, kendaraan menumpuk hingga terjadi kemacetan.

"Karena volume kendaraan tinggi, apa lagi roda dua," kata Irvan, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Irvan mengatakan pemeriksaan difokuskan terhadap kendaraan nomor selain L dan W, atau luar Surabaya dan Sidoarjo. Mereka diminta menjelaskan maksud dan tujuannya masuk ke Kota Surabaya.


Mereka juga harus menunjukkan surat keterangan, surat tugas dan id card tempatnya bekerja kepada petugas.

"Kita menggandeng semua, TNI/Polri, dinas kesehatan, kelurahan, kecamatan, Satpol PP, Linmas semua terlibat," kata Irvan.

Jika dianggap tak memiliki kepentingan untuk masuk ke Kota Pahlawan, maka pengendara akan ditolak masuk Kota Pahlawan. Jika memenuhi aturan mereka pun diizinkan masuk ke wilayah Surabaya.
Tak sampai di situ, pengendara juga harus menjalani pengecekan suhu badan, dan penyemprotan cairan disinfektan yang telah disediakan di check point.

"Setelah diperiksa, di-screening, disemprot disinfektan dan dicek suhu tubuh. Di sana ada protokol kesehatan yang mengecek suhu, disemprot disinfektan, pengemudi mobil turun masuk bilik disinfektan," kata Irvan.

Sementara itu, tidak sedikit kendaraan yang ditolak masuk Surabaya dan diminta putar balik. Mereka tak mematuhi aturan mengenai masker serta tak menepati peraturan soal penerapan physical distancing, yakni dengan mengurangi penumpang maksimal setengah kapasitas kendaraannya.

"Pengendara roda dua ada yang boncengan [tidak serumah] tidak pakai masker, mobil ada yang over load, tadi ada elf kita minta turun sebagian penumpangnya karena over load, kita minta kembali," kata Irvan.
Meski begitu, Irvan mengaku memaklumi mengapa banyak pengendara yang tak taat PSBB, karena hari ini merupakan hari pertama penerapan PSBB di Surabaya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho telah mengevaluasi penyebab kemacetan tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan lebih detail terkait evaluasi.

"Sudah dievaluasi langsung oleh Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya serta Dirlantas," kata Truno saat dikonfirmasi. (frd/bmw)

[Gambas:Video CNN]