Pelantikan Syarifuddin tertuang dalam surat Keputusan Presiden RI Nomor 41/P Tahun 2020 tentang pemberhentian dengan hormat Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan pengangkatan Ketua MA.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban sebagai Ketua MA dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara RI Tahun 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Syarifuddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelantikan itu dihadiri secara terbatas oleh sejumlah jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebelum mengikuti pelantikan, para tamu yang hadir diwajibkan menjalani rapid test atau tes cepat covid-19.
Syarifuddin diketahui terpilih sebagai ketua MA usai mengumpulkan 32 suara mengalahkan calon lainnya Andi Samsan Nganro yang mengantongi 14 suara. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.
Syarifuddin selama ini dikenal dengan rekam jejak yang cukup kontroversial dengan beberapa kali menyunat hukuman koruptor. Salah satunya ia pernah memangkas vonis pada kasus Wali Kota Medan periode 2010-2015 yang ditetapkan mantan hakim agung Artidjo Alkostar. Hukuman yang sebelumnya lima tahun penjara dikurangi menjadi empat tahun penjara.