Ingin Lolos, Pemudik Sembunyi di WC Bus dan Rebahkan Kursi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 12:35 WIB
Polisi menghalau mobil bus yang membawa pemudik di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020).  Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4/2020) jam 00.00 WIB. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/pras. Ilustrasi pencegatan bus pemudik. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menemukan enam orang pemudik yang bersembunyi di dalam sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk menghindari penyekatan dalam rangka larangan mudik 2020.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan peristiwa tersebut terungkap saat pihaknya melakukan pemeriksaan di pos penyekatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4) sekitar pukul 22.00 WIB.


"Mengamankan satu unit Bus Syifa Putra nopol H 7018 OE tujuan Semarang, Jawa Tengah," kata Sambodo dalam keterangannya, Kamis (20/4).


Sambodo menjelaskan saat bus diberhentikan mulanya sopir mengaku tidak membawa penumpang. Namun, petugas tetap melakukan pengecekan dan mendapati enam orang penumpang dalam bus tersebut.

"Saat dilakukan pemeriksaan di dek-dek ditemukan kurang lebih enam penumpang yang sengaja bersembunyi dengan merebahkan kursinya dan mematikan lampu untuk menghindari petugas," tutur Sambodo.

Sambodo mengungkapkan dari enam pemudik itu, lima di antaranya bersembunyi di dalam bus dan satu pemudik lainnya bersembunyi di dalam kamar mandi.


Infografis Aturan Larangan Mudik 2020. (CNN Indonesia/Fajrian)
Selain itu, kata Sambodo, petugas juga melakukan pengecekan di bagian bagasi bus, dan ditemukan koper-koper milik penumpang.

Terkait penemuan tersebut, Sambodo menuturkan pihaknya langsung meminta bus untuk putar balik kembali ke arah Jakarta.

"Petugas melakukan peneguran kepada sopir. Selanjutnya sanksi yang diberikan bus diputar balik menuju arah Jakarta," ujar Sambodo.

Kebijakan larangan mudik diketahui mulai berlaku Jumat (24/4) sampai 31 Mei untuk kendaraan bermotor. Kemudian untuk transportasi kereta api sampai 15 Juni, transportasi laut sampai 8 Juni, serta transportasi udara sampai 1 Juni 2020.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 18 pos pengamanan terpadu untuk menyekat dan mengawasi lalu lintas orang keluar maupun masuk wilayah Jabodetabek.

Hingga Rabu (29/4), Ditlantas Polda Metro mencatat sebanyak 6.906 yang diminta untuk putar balik di 18 pos pengamanan tersebut.


Terkait kebijakan larangan mudik, kepolisian mengedepankan tindakan persuasif dan pelanggar akan diminta untuk berputar arah pada tahap awal 24 April sampai 7 Mei.

Kemudian, pada tahap penegakan hukum, 7-31 Mei, pelanggar diminta putar arah dan juga diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. (dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK