Penolakan sempat terjadi saat sosialisasi jam malam. Sekelompok pedagang di Jalan Merdeka Kota Pontianak memprotes keras imbauan untuk di rumah saja dari Polri. Pasalnya, mereka sudah merasa menerapkan prosedur pengamanan Virus Corona.
"Kami ini berdagang, cari makan. Kami sudah siapkan cuci tangan, pakai masker, masih enggak [berguna juga], disuruh tutup," keluh sejumlah pedagang yang mayoritas ibu-ibu, Kamis (30/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau dan menginformasikan kepada masyarakat, selama tiga hari ke depan uji coba jam malam akan kita Lakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Pontianak," kata dia.
Menurut dia, uji coba pemberlakuan jam malam ini dilakukan karena aktivitas masyarakat di Kota Pontianak terjadi peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
[Gambas:Video CNN]
Dijelaskan, pelaksanaan jam malam menerapkan dua skenario. Pertama, rekayasa lalu lintas dan menempatkan personel di Jalan Ahmad Yani, Jalan Tanjungpura, Jalan Gajahmada dan Jalan Merdeka.
Kedua, penyisiran terhadap warga yang masih berada di luar rumah selama jam malam tersebut.
"Tentunya uji coba ini akan kita evaluasi lebih lanjut, apakah nanti diperluas atau nanti ada pertimbangan lain yang perlu dilakukan," jelas Komarudin.
Dalam pelaksanaan uji coba jam malam ini, kepolisian senantiasa menerapkan fleksibilitas dalam bertugas. Misalnya, tetap memprioritaskan lalu lintas warga untuk kepentingan kesehatan dan kebutuhan bahan pokok.
(dho/arh)