"Jadi meningkat 7 orang dari hari kemarin. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 13 orang serta ada 41 orang yang dinyatakan sembuh. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat tercatat ada 158 orang, 101 di antaranya di Kota Medan dan 22 orang dirawat di Deliserdang," kata Whiko, Minggu (3/5/2020).
Whiko juga mengklarifikasi informasi yang simpang siur terkait pemberhentian atau PHK para dokter dan tenaga kesehatan sebagai petugas medis penanganan Covid-19 di RS GL Tobing Tanjung Morawa, Deliserdang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penunjukan para dokter atau tenaga kesehatan itu, lanjutnya, ada jadwal dan batas waktu yang diberikan selama masa penanganan di rumah sakit. Mengingat risiko penularan di kalangan tenaga tersebut masuk kategori tinggi, maka mereka harus melaksanakan isolasi maupun karantina, pada saat melaksanakan perawatan pasien.
"Saat ini mereka sebagian kecil digantikan oleh petugas yang baru, yang mana dikarenakan kebutuhan dari rumah sakit asalnya, atau bersifat rolling (bergantian) dari rumah sakit tempat mereka bekerja," jelas Whiko.
Selain itu, petugas di RS GL Tobing telah bekerja seperti biasa dan tetap tinggal di penginapan yang sebelumnya (Hotel di Kualanamu) dengan fasilitas satu kamar untuk dua orang petugas kesehatan.
Untuk operasional RS GL Tobing sendiri, kata Whiko, tetap menerima pasien Covid-19 yang datang dari luar Kota Medan atau yang dirujuk dari rumah sakit lain. Meskipun diakuinya ada 17 pasien sempat dipindahkan ke RS Martha Friska karena proses peralihan petugas dan 3 pasien telah dipulangkan karena dinyatakan sembuh.
"Tidak ada pekerjaan yang berlangsung dengan sempurna, tanpa keseimbangan dukungan dari semua pihak," papar Whiko. (eks/eks)