"Kita tutup [PSBB Bandung] sampai tanggal 5 [red: hari ini]. Adapun program Pak Gubernur tanggal 6 besok katanya mau mengadakan PSBB Jawa Barat, kita juga akan ikut melaksanakan," ungkapnya, di Balai Kota Bandung, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSBB Bandung Raya berlangsung pada 22 April-5 Mei. Selama penerapannya, kasus Covid-19 tercatat menurun. Hal itu terungkap dalam rapat terbatas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang merupakan bagian dari GTPP Covid-19 Kota Bandung.
"Setelah kita rapat tadi di Kota Bandung mengacu pada filosofi pemberlakuan PSBB membuat upaya mitigasi menghadapi percepatan, kami sampaikan menurut analisa para pakar kalau tidak diadakan PSBB mungkin penyebaran ini bisa meningkat dan luar biasa," tutur Oded.
Upaya-upaya itu, kata Oded, menghasilkan penurunan kurva Covid-19 di Kota Bandung. Bahkan, ia mengklaim dampak dari penerapan PSBB ini membuat orang yang terkonfirmasi positif Corona menurun.
"Angka positifnya dari tanggal 30 April sampai sekarang ini terus menurun. Jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) masih landai sampai sekarang ini. Begitu juga jumlah yang meninggal masih landai di angka 32, padahal sebelumnya dalam sehari yang meninggal bisa tujuh orang," papar Oded.
Saat PSBB diterapkan, kasus Corona sempat bertambah 28 kasus pada 24 April. Kemudian tercatat penambahan 6 dan 5 kasus pada 26 dan 27 April. Kasus Covid-19 baru tercatat pada 2 Mei dengan 6 kasus.
(hyg/arh)