Delapan mitra tersebut antara lain, Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Sisnaker.
Lihat juga:Ruang Gelap Program Kartu Prakerja Jokowi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun meminta KPK menyelidiki proses penunjukan delapan mintra Kartu Prakerja yang diduga memunculkan persaingan tidak sehat atau monopoli tersebut, mengingat sudah ada pembayaran secara lunas program pelatihan secara online pada gelombang I dan gelombang II.
"Diduga terlalu mahal apabila didasarkan ongkos produksi materi bahan pelatihan dan apabila dibandingkan dengan gaji guru atau dosen," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan tim KPK, Boyamin menyodorkan argumen peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, yang menyebut bahwa delapan platform digital program Kartu Prakerja berpotensi meraup untung sebesar Rp3,7 triliun.
"Saya memberikan argumen bahwa keuntungan 8 mitra diduga sebesar 66 persen dari jumlah uang yang diterima mitra dari masing-masing biaya pelatihan kartu prakerja. BPK atau BPKP memberikan batasan keuntungan 20 persen sehingga terdapat dugaan pemahalan harga sekitar 46 persen," imbuhnya.
Proses pemilihan itu dilakukan oleh Kementerian Kooordinator bidang Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO) tanpa intervensi siapa pun.
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja Panji Winanteya Ruky mengklaim sejak awal rencana pelaksanaan, pemerintah membuka kesempatan kepada sejumlah pihak yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut.
Namun, ternyata hanya delapan mitra saja yang siap bekerja sama dengan pemerintah.
Awalnya, mekanisme pelatihan Kartu Prakerja dirancang secara fisik. Namun, karena terjadi pandemi virus corona, pelatihan dilakukan online melalui paket-paket pembelajaran dalam bentuk video.
Pemerintah menggelontorkan Rp20 triliun, dengan rincian biaya pelatihan Rp5,6 triliun; dana insentif Rp13,45 triliun; dana survei Rp840 miliar; dan dana PMO Rp100 juta. Anggaran ini naik dua kali lipat dari yang sudah direncanakan sebelumnya yakni Rp10 triliun. (ryn/fra)