"Kalau Pulau Sebaru bukan tempat observasi lagi, tapi rencana akan dijadikan semacam Rumah Sakit apabila terjadi skala buruk pandemi Covid 19 di Pulau Seribu," kata Junaedi melalui pesan singkat, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya Pulau Sebaru sudah siap apabila dijadikan karantina observasi skala besar seperti Rumah Sakit. Karena sarana dan fasilitasnya sudah lengkap, baik untuk rawat inap pasien maupun tempat inap para dokter dan perawat dan para medis lainya," kata dia.
Awak Kapal Pesiar World Dream dan Diamond Princess saat menjalani karantina di Pulau Sebaru Kecil. (Dok. Puspen TNI) |
Sejauh ini, Pulau Sebaru belum resmi menjadi RS penanganan Covid-19 lantaran jumlah pasien yang terpapar wabah ini juga masih bisa ditangani di RS yang ada.
"Iya belum, karena jumlah masih sedikit dan masih bisa di rujuk ke RS Darat karena masih bisa ditampung banyak kamar yang kosong," kata dia.
Tak hanya berencana menjadikan Pulau Sebaru sebagai rumah sakit penanganan Covid-19, Junaedi mengaku pihaknya juga telah menyediakan 39 tempat karantina atau isolasi di 12 pulau di wilayahnya.
"Tempatnya ada di sekolah, GOR, SKKT dan sudah dilengkapi oleh Velvadt di setiap lokasi karantina," kata dia.
Bahkan kata dia, saat ini ada lima orang yang berstatus sebagai ODP tengah dirawat di SMKN 61 Pulau Tidung.
[Gambas:Video CNN]
Dalam surat bernomor 1052/-1/77 yang dikeluarkan oleh Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dan ditandatangani oleh Junaedi dirinci Pulau mana saja yang akan dijadikan sebagai tempat karantina dan penanganan pasien yang diduga terkena wabah.
Pulau-pulau itu yakni, Pulau Panggang, Pulau Karya, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Sebra, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung, dan Pulau Payung.
Terkait penanganan kasus Covid-19, Pemerintah sejauh ini baru membuat satu RS khusus yang berada di pulau kecil, yakni di Pulau Galang, Kepulauan Riau.
(tst/arh)
