Komisioner KPAI Retno Listyarti menegaskan bahwa teks pidato berbahasa Inggris yang dibuat Almira bukan untuk kepentingan politik, melainkan tugas sekolah. Karenannya, dia meminta masyarakat untuk berhenti mengolok-olok.
"KPAI mengimbau netizen untuk berhenti melakukan cyber bully atas kasus naskah pidato Covid-19 yang ditulis oleh ananda Aira," tutur Retno lewat siaran pers, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPAI menghimbau netizen untuk peduli pada perlindungan anak dan dapat memberikan contoh baik dalam bermedia social kepada anak-anak Indonesia," kata Retno.
[Gambas:Twitter]
Usai diberitakan oleh sejumlah media, pegiat media sosial Denny Siregar mengunggahnya di medsos. Dia menyertakan kalimat sindiran. Unggahan Denny pun disukai dan dibagikan oleh ribuan warganet.
Gelagat Denny membuat Ibu Almira, yakni Annisa Pohan gusar. Dia merasa Denny melakukan cyberbullying kepada putrinya. Sejumlah pengurus Partai Demokrat pun tidak terima dengan sindiran Denny.
"Menelaah insiden ini sesuai kewenangan yang diberikan negara kepada institusi tersebut. Dan memberikan sanksi sesuai aturan yang ada di kelembagaan tersebut jika memang terbukti ada kesalahan," kata Ossy.
Denny sendiri tidak merasa melakukan cyberbullying terhadap Almira. Dia mengaku menyindir Partai Demokrat. Bukan menyindir Almira yang notabene masih anak-anak.
[Gambas:Twitter]
(bmw)