Lulusan Akpol 1988 ini menggantikan Suhardi Alius yang telah empat tahun menjabat di BNPT. Boy pun dengan demikian bakal naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga karena jabatan itu.
Suksesi kepemimpinan di lembaga antiteror ini sempat menuai kontroversi terkait dugaan kesalahan administrasi. Pasalnya, pengangkatan Boy lebih dulu tercantum dalam surat telegram Kapolri ST/1378/KEP/2020, Jumat (1/5). Saat itu, Kementerian Sekretariat Negara mengakui belum ada keputusan presiden (Keppres) soal pergantian Kepala BNPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, Boy dikenal publik lekat dengan dunia komunikasi sejak menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada 2009. Kasus kriminalitas yang banyak dan posisi ibu kota yang strategis membuatnya rutin tampil di media dengan pembawaan yang tampak tenang.
Pria kelahiran Jakarta, 55 tahun lalu ini, kemudian ditarik ke Mabes Polri dan diangkat menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat (Kabagpenum Ropenmas) Divisi Humas Polri pada 2010. Dua tahun kemudian, ia naik satu tingkat jabatan di divisi yang sama dengan menjabat Karopenmas Divisi Humas Polri.
Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019. (CNNIndonesia/Basith Subastian) |
Komunikasi Terorisme
Persoalan terorisme tak asing bagi Boy. Sejak 2002, Boy telah mendapat sejumlah penugasan ke luar negeri yang berkaitan dengan penanggulangan terorisme.
Di antaranya ia pernah studi banding anti teror ke Australia, tugas investigasi terorisme Densus 88 di Filipina, dan menjadi tim delegasi RI Asean-Europe Counter Terrorism Meeting di Spanyol.
Di samping itu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Unit Negosiasi Subdetasemen Penindak Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, yang tak lepas dari sisi ke-juru-bicara-an.
Bidang jabatan lainnya dari suami Irawati ini kebanyakan berkutat pada masalah reserse.
Terkait kehumasan, Boy sudah dinobatkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung, lewat disertasinya berjudul 'Disertasi Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter', pada 14 Agustus 2019.
Dikutip dari situs polri.go.id, salah satu pengujinya saat itu adalah mantan Kapolri Tito Karnavian yang kini jadi Mendagri. Tito mencecar Boy dengan sejumlah pertanyaan terkait demokrasi liberal, media sosial, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan kaitannya dengan penegakan hukum.
Salah satu penggrebekan terorisme oleh pasukan Brimob yang diperbantukan di densus 88/AT Polri. (CNN Indonesia/Damar Sinuko) |
Publik pun menanti pembuktiannya di BNPT yang kini tengah bermasalah, terutama terkait deradikalisasi teroris yang butuh pendekatan dan komunikasi tepat.
(psp/arh)
Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019. (
Salah satu penggrebekan terorisme oleh pasukan Brimob yang diperbantukan di densus 88/AT Polri. (