Bupati Lumajang Komentari Video Viral Nyinyir Bupati Boltim

CNN Indonesia | Kamis, 07/05/2020 09:22 WIB
Ilustrasi mengetik di komputer pangku Ilustrasi. (Pixabay/fancycrave1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa hari yang lalu publik digegerkan dengan video adu mulut yang terjadi antara Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dengan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar.

CNNIndonesia.com mengkonfirmasi terkait video yang viral di media sosial itu kepada Thoriq, yang lalu mengungkap alasannya menanggapi video Sehan.

"Video saya awal itu, karena saya ingin memastikan koreksi terhadap teman sesama bupati, jangan goblok-goblokin menteri, janganlah, itu tidak baik," kata Thoriq, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/5).


Ia mengakui jika dalam video awal Sehan memang tak langsung merujuk pada dirinya, namun ia merasa memiliki kaitan sebagai sesama bupati.

Thoriq merasa perlu mengoreksinya apa yang telah dikatakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

"Apakah [ada] urusannya dengan saya? ada. Saya ini sebagai teman bupati, dia bupati saya bupati. Saya koreksi, saya ingatkan, namanya juga yo podo koncone (sesama teman)," ujarnya.

Menurutnya, sebagai sesama pejabat, maka tak selayaknya Sehan mengolok atau membodohkan menteri.

Hal itu, menurutnya merupakan sesuatu yang buruk bagi etika birokrasi.

"Lek awakmu due konco, terus koncomu goblok-gobloki konco yang lain (kalau kamu punya teman, lalu temanmu mengolok teman yang lain), orang yang lain, kan dikoreksi. Masa menteri diucapi bodoh, jangan lah itu tidak baik bagi etika birokrasi," kata dia.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, jika sikap yang seperti Sehan lakukan ini dibiarkan, maka itu akan memicu perilaku serupa dari pejabat publik lain. Akibatnya etika birokrasi akan rusak.

"Saya khawatir kalau ini dibiarkan ada bupati goblokan gubernur, ada kepala dinas goblokan bupati, kan ruwet ini, rusak nanti, harus ada koreksi supaya ini tidak jadi keterusan bagi siapapun nanti yang nanti ada struktur pemerintahan," ujarnya.

Lebih lanjut, terkait tak sinkronnya data penerima bantuan dari Kementerian Sosial, yang dipermasalahkan Sehan, Thoriq menyarankan agar sebaiknya hal itu bisa diperbaiki oleh jajaran Pemkab.

"Ayo kita hadapi, begitu salah kita buat musyawarah desa, kita coret, kita sampaikan kembali ke dinas sosial untuk disampaikan ada perubahan, gak usah marah-marah, gak usah bilang menteri goblok, gak usah bilang menteri bodoh," ujarnya.

Kemudian soal keluhan mekanisme pencairan BLT yang juga dikeluhkan Sehan, lantaran dinilai berbelit dan malah menyusahkan warga karena membutuhkan biaya transportasi untuk membuka rekening, Thoriq pun menyayangkan sikap Sehan.

Menurutnya, di zaman yang maju, proses pembukaan rekening bisa dilakukan dengan cara mudah, yakni cukup meminta petugas bank untuk datang ke kecamatan-kecamatan.

"Cukup memanggil banknya, panggil ke kecamatan, siapkan wi-fi nya, dia cukup bawa laptop sama bawa alat gesek. Masyarakat bisa hadir di kecamatan, tentu tidak jauh dari rumah mereka," kata dia.

"Nah ini kan cara yang yang yang bisa kita lakukan, tapi kalau mikirnya ruwet begitu, perjalanan sampai disini, ongkosnya sekian, nanti harus nunggu, harus antri, udah. Ini sudah gak zaman begitu pak," tambahnya.

Ia pun meminta, agar sebaiknya Sehan bekerja lebih keras untuk menyelesaikan semua persoalan terkait dampak Covid-19, ketimbang meracau dan menunjukkan amarah di media sosial.

"Ayo sama-sama kerja keras, ya saya rasa hal yang wajarlah siapapun bupati hari ini harus kerja keras, dengan segala persoalannya. Hari ini banyak persoalan iya, ruwet iya, pak presiden juga sudah bilang ruwet, karena ruwet karena banyak persoalan ini ayo kerja keras," pungkasnya.

Adu mulut keduanya berawal saat Sehan mengeluhkan tentang berbelitnya birokrasi pencairan dana bantuan sosial atau bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat yang terdampak corona (Covid-19).

Dalam video tersebut, Sehan juga sempat menyebut menteri goblok dan ngeyel.

"BLT-nya kapan? Masih mau buka rekening, inilah, kriteria ini, kriteria macam-macam. Negeri sudah mau bangkrut, menteri-menteri masih pada ngeyel semua... Goblok, ngeyel tu menteri," kata Sehan, dalam video yang beredar di media sosial.

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan perihal mekanisme pencairan BLT via perbankan yang malah membebani warga miskin untuk membuka rekening. Belum lagi kapasitas bank yang terbatas.

"Emangnya semua menteri itu lebih hebat dari pada bupati? Saya selalu bilang jangan generalisir bahwa seakan kepala daerah itu menggarong, kasih saja diskresi dikawal oleh polisi, KPK, Jaksa, oleh LSM, terlalu banyak bikin aturan kertas menteri itu," katanya.

Thoriq yang mengetahui hal itu pun turut merespon melalui sebuah video.

Ia mengaku kecewa bahwa ada bupati yang menyatakan menteri bodoh. Menurutnya dalam situasi pandemi ini semua menteri sudah bekerja keras.

"Saya kecewa bila ada seorang bupati yang nenyatakan menteri bodoh, Bupati Bolaang Mongondow Timur, Boltim. Jadi menteri semua bekerja keras menyelesaikan persoalan ini, termasuk kita semua, bupati, wali kota, di semua daerah," kata Thoriq dalam videonya yang beredar.

"Kalau ada bupati menyatakan menteri bodoh, jangan-jangan dia tidak bisa ngurus daerahnya, jangan-jangan dia ndak bisa urus wilayahnya," tambahnya.

Menurutnya semua menteri sudah melakukan hal yang terbaik, yakni dengan pendataan, alokasi tambahan, realokasi program yang bisa membantu masyarakat.

Jika dalam implementasinya ada hal yang dirasa kurang, maka yang bertugas menyelesaikan, adalah pemda.

"Saya berterima kasih kepada para menteri yang melakukan langkah-langkah terbaik untuk semua masyarakat di desa bisa diintervensi dengan pemerintah pusat, selebihnya ada yang kurang, pasti. Siapa yang menyelesaikan? Ya bupati," katanya.

(frd/ard)


ARTIKEL TERKAIT