"Sebagai Ketua DPC saya nggak sanggup melaksanakan," ujarnya pada Kamis (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibaratnya kita mau bernapas aja masih susah sudah harus ngurus Pilkada," katanya.
"Biaya partai sudah habis untuk ngurusi corona juga kok. Kita penyemprotan saja setiap hari jam 3 sore. Belum lagi memperhatikan kader-kader yang tidak bisa makan. Partai suka tidak suka tetap harus keluar biaya. Nggak mungkin tidak," kata pria yang menjabat sebagai Wali Kota Solo itu.
Ia juga tak yakin penyebaran corona di tanah air akan sepenuhnya terkendali sampai Desember mendatang. Apalagi peningkatan kasus positif setiap hari masih cukup tinggi hingga saat ini, terutama di daerah-daerah.
Menurut data terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, 350 kabupaten kota di 34 provinsi telah terinfeksi virus SARS-CoV-2.
Sebelumnya, Rudy mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda hingga 2024. Ia yakin pada saat itu wabah covid-19 telah tuntas dan kondisi ekonomi di tanah air mulai membaik. Meski demikian, Rudy mengaku pasrah dengan keputusan pemerintah pusat.
"Kalau Desember ya silakan saja. Sebagai wali kota tentu saya tetap harus melaksanakan. Tapi sebagai ketua DPC saya nggak sanggup," katanya.
Saat ini, PDIP Solo mengantongi dua nama calon kuat untuk menjadi kontestan Pilkada Kota Solo 2020 yaitu calon petahana, Achmad Purnomo dan Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Keduanya masih menunggu surat rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.
Purnomo mengaku akan mengundurkan diri jika Pilkada 2020 dilaksanakan Desember mendatang. Menurutnya, berkampanye di saat masyarakat berjuang melawan corona dan dampak ekonomi yang terjadi tak selaras dengan prinsip kemanusiaan.
"Saya nggak sampai hati. Walaupun nggak kampanye saya tetap nggak sampai hati," katanya.
Ia mengaku telah menulis surat pengunduran diri pada 5 Mei lalu. Hanya saja surat itu belum diserahkan ke DPC PDIP karena ia belum mendapat jadwal resmi dari KPU.
"Surat sudah saya buat. Tapi saya tetap menunggu jadwal dari KPU. Ya semoga saja diizinkan [mundur]," katanya.
"Kita ikuti saja yang diputuskan. Kondisi wabah seperti ini pasti apa yang diputuskan sudah melalui banyak pertimbangan," katanya. (syd/jal)