Ridwan atau yang akrab disapa Emil mengatakan sejauh ini ada tiga lembaga yang memiliki data penerima bansos. Akibatnya, kata Emil, data tersebut tidak sinkron satu sama lain.
"BPS (Badan Pusat Statistik) punya survei sendiri, Kemensos punya survei sendiri, Kementerian Desa juga punya survei sendiri," kata Emil di Bandung, mengutip Antara, Kamis (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil kemudian meminta pemerintah pusat untuk menyalurkan bansos kepada 38 juta warganya di Jawa Barat. Jumlah itu setara dua per tiga dari total 50 juta warga Jawa Barat.
Emil melihat ada ketidakadilan ihwal dalam pemberian anggaran oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Menurutnya, sejauh ini Pemda Jabar tidak mendapat anggaran dengan nominal yang sesuai jika dilihat dari jumlah penduduk, bukan jumlah wilayah.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat tak hanya memberikan bansos kepada 9,4 juta, tetapi 38 juta warganya (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) |
"Jadi, ada ketidakadilan fiskal. Cara pemerintah pusat memberikan dana kepada daerah, proporsi penduduk itu tidak pernah dijadikan patokan. Dan terasanya itu pada saat Covid-19," kata Emil.
"Anggaran sedikit penduduk kita banyak, sementara provinsi lain penduduknya sedikit anggarannya lebih banyak, maka menolong orangnya akan lebih berkualitas," ucapnya.
Masih di kesempatan yang sama, Emil turut mengungkit soal pembagian sembilan jenis bantuan kepada masyarakat. Emil mengatakan masyarakat berpotensi menjadi bingung. Bahkan ada potensi terjadi kekacauan.
Menurut Emil, masyarakat akan bingung karena bantuan tidak datang secara bersamaan. Sementara pihak yang akan menjadi bulan-bulanan warga yang kecewa adalah Pemprov Jabar.
"Mereka (masyarakat) mengira bantuan itu satu pintu, padahal tanggung jawab kita cuma satu (Bantuan Pemprov Jabar), kepala desa protes ke kami, masalah ketidakadilan ini dampak dari tidak akuratnya data," kata Emil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat tak hanya memberikan bansos kepada 9,4 juta, tetapi 38 juta warganya (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)