Ia mengatakan pelonggaran mulai Kamis (7/5) sebagai penjabaran dari Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H itu hanya sebuah retorika tanpa mengubah substansi.
"Dalih Menhub bahwa tidak ada perubahan aturan hanya penjabaran aturan, hanyalah retorika belaka sebab substansinya sama bahwa perjalanan orang diperbolehkan," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu lewat keterangan tertulisnya, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awiek menyatakan imbauan physical distancing maupun social distancing yang dilakukan dan digaungkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amien untuk menekan Covid-19 selama ini menjadi tak terlalu bermakna. Kalaupun ada pemeriksaan kesehatan bagi penumpang sebelum berangkat, menurutnya hal itu tidak akan efektif karena masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengalami positif terinfeksi virus corona (Covid-19). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Dengan adanya kelonggaran akses transportasi ini, harus diwaspadai gelombang kedua penyebaran Covid-19. Jika ini terjadi, maka pemerintah yang paling disalahkan, bukan masyarakatnya," tutur Awiek.
"Mengingat kejadian pertama kali masuknya virus tersebut ke Indonesia dari seorang WNA yang sama sekali tidak terdeteksi di bandara. Ini harus menjadi pembelajaran. Terlebih perjalanan darat yang kontrol pemeriksaannya sedikit longgar," imbuhnya.
"Intinya adalah penjabaran bukan relaksasi. Dimungkinkan semua moda angkutan udara, kereta api, laut, dan bus kembali beroperasi dengan catatan harus pakai protokol kesehatan," ujar pria yang sempat tak bisa menjalani tugas sebagai Menhub beberapa waktu karena perawatan intensif akibat positif Covid-19.
Menurut Budi, keputusan ini diambil agar perekonomian nasional tetap berjalan, di mana salah satunya untuk anggota DPR.
"Jadi rekan DPR boleh kembali ke daerah pemilihan. Tetapi untuk bekerja. Bukan untuk mudik. Kami pun boleh untuk tugas negara. Jika untuk tugas berhak melakukan movement," paparnya. (mts/kid)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengalami positif terinfeksi virus corona (Covid-19). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)