Bey mengatakan, maksud berdamai dengan corona sebagaimana dikatakan Jokowi itu adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemi Covid-19.
"Bahwa Covid itu ada dan kita berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif karena Covid, menjadikan ada penyesuaian dalam kehidupan," ujar Bey melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyesuaian hidup ini pula, menurut dia, yang akan membentuk tatanan kehidupan normal baru bagi masyarakat.
Diketahui Jokowi dalam keterangannya, Kamis (7/5), meminta masyarakat berdamai dengan corona sampai vaksin ditemukan. Ia mengatakan, hingga vaksin belum ditemukan maka tak ada acuan virus corona benar-benar berhenti menyebar.
Pernyataan Jokowi untuk berdamai dengan corona ini sempat mendapat sorotan di media sosial. Pernyataan itu berbeda dengan apa yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu.
Saat itu Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk 'perang' melawan virus corona. Ia juga mendorong G20 memimpin upaya menemukan penawar penyakit akibat virus tersebut.
Sebagai informasi, data terbaru kasus positif corona di Indonesia per 7 Mei 2020 mencapai 12.776 pasien. Dari jumlah tersebut 930 orang meninggal dunia dan 2.381 orang sembuh.
Sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu, kasus positif corona di Indonesia terus bertambah. Dari data yang selalu dipaparkan pemerintah, belum pernah sehari pun jumlah kasus positif corona turun. (psp/osc)