Kendati tidak membuka praktik, pasien tetap bisa berdiskusi langsung dengan dokter tanpa perlu berada di tempat dan waktu yang sama melalui teknologi telemedicine.
"Mereka (tenaga medis) bisa tertular karena pasien tak jujur dengan kondisinya. Sekarang, dokternya kita isolasi. Jadi dokter yang masih ingin praktik tidak melakukan pemeriksaan secara tatap muka atau bertemu langsung dengan pasien, namun dokternya konsultasi medis secara telemedicine," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson Azroi, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, banyaknya tenaga medis di Kota Pontianak yang mengidap Covid-19, tak mengganggu pelayanan kesehatan yang ada di Kota setempat.
"Dalam beberapa kasus warga hanya menyebutkan penyakit yang biasa saja. Tidak menceritakan riwayat perjalanannya dari wilayah tertentu. Ada yang keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19, tapi awalnya pasien tidak mau jujur," katanya.
Dari data Dinkes Kalbar, hingga hari ini, ada 95 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalbar dengan 11 di antaranya sembuh dan tiga meninggal dunia. (nva)