"Kami masih pikir-pikir apakah menerapkan pembatasan jarak lapak pedagang, atau pembagian shift dengan menarapkan sistem ganjil genap ataukah merelokasi pedagang ke terminal lain," kata Juru Bicara Covid-19 Ambon, Joy Adriaans melalui pernyataan resmi, Kamis malam (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joy mengatakan pihaknya memastikan tak menutup terminal mobil angkutan kota Lin III setelah hasil swab pedagang top itu dinyatakan terpapar positif corona.
Lapak pedagang topi di kawasan terminal mobil Angkot Lin III dipasang garis polisi dan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas.
Aktifitas pedagang di sana pun sementara dihentikan demi memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) agar tidak meluas.
LS dimakamkan dengan protokol kesehatan di taman pemakaman umum (TPU) milik pemkot Ambon di Desa Hunut, Baguala, kota Ambon pada jam 2 malam.
Jumlah Korban Meninggal
Sementara itu, hari ini seorang pasien dalam pengawasan berinisial RL (19) dinyatakan meninggal dunia pada Jumat siang (8/5). RL meninggal setelah sepekan dirawat di RSUD Ambon. Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan korban terinfeksi virus corona (Covid-19) di Maluku bertambah menjadi empat orang.
"RL ini pasien keempat yang meninggal, swabnya masih kita tunggu, RL jatuh sakit setelah melakukan kontak erat dengan pasien corona yang sebelumnya sudah meninggal,"kata Murad, dalam jumpa pers di Gedung Kantor Gubernur Maluku, Jumat sore.
Remaja berjenis kelamin laki-laki, ini akan dimakamkan menggunakan protokol kesehatan di taman pemakaman umum khusus jenazah corona Desa Hunut, Baguala kota Ambon, Maluku. (sai/kid)