Lebih dari 99 persen kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNPB mencatat juga bencana lain seperti letusan gunung api 3 kali dan 5 gempa bumi. Raditya menerangkan bahwa jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam pandemi Covid-19.
Bencana banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia, dengan jumlah 120 orang. Sedangkan tanah longsor 46 dan puting beliung 5 orang. Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi, dengan jumlah 1.951.412 orang.
Memasuki bulan Mei, musim kemarau termonitor di sebagian besar wilayah Indonesia meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi.
"Terakhir seperti banjir di enam desa di wilayah Banda Aceh pada hari ini," kata Raditya.
Potensi Karhutla dan Kekeringan
BMKG melaporkan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2020. Diprakirakan kondisi hujan normal pada musim kemarau. Yang perlu mendapat perhatian adalah potensi karhutla dan kekeringan.
Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa daerah rawan karhutla di Pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.
Daerah rawan karhutla di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayah ini akan mendapatkan curah hujan menengah hingga rendah pada bulan Agustus dan September 2020. (wis)