"RDT ini ditujukan kepada pengunjung Indogrosir yang melakukan transaksi pada periode 19 April - 4 Mei 2020," kata Sri Purnomo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).
RDT periode pertama akan digelar pada 12 - 14 Mei 2020 di GOR Pangukan dengan kuota 1.500 unit rapid test. Sedangkan RDT kedua akan kembali dilaksanakan pada 19-21 Mei 2020 di tempat yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat dapat mendaftarkan diri secara online melalui situs rdt.slemankab.go.id atau corona.slemankab.go.id. Pendaftaran dimulai pada 10 Mei pukul 16.00 WIB dan ditutup pada 11 Mei pukul 14.00 WIB atau setelah kuota terpenuhi.
Warga yang pernah berkunjung ke supermarket Indogrosir di Sleman, Yogyakarta bisa mengikuti rapid test massal (AP/Tatan Syuflana |
Sementara Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan masyarakat dapat mendaftarkan diri melakui aplikasi CMS di corona.jogjakota.go.id.
"Selanjutnya nanti, warga tinggal menunggu panggilan dari Puskesmas terdekat untuk melakukan rapid test," kata Heroe.
"RDT ini sebagai alat deteksi sebaran dan peta sebarannya yang nantinya juga akan kami tindaklanjuti dengan tracing terhadap titik-titik pertemuan yang berpotensi sebagai titik sebaran," tuturnya
Heroe, yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu juga mengaku akan berkonsultasi dengan Pemda DIY terkait antisipasi hasil RDT. Pula, dengan Pemkab Sleman yang menggelar rapid test secara massal.
"Di Sleman ada 1.500 dan Kota Yogya 700 rapid test, maka harus disiapkan antisipasi dengan penyiapan rumah sakit yang akan menindaklanjuti hasil rapid test tersebut," paparnya.
Supermarket Indogrosir di Sleman, Yogkarta ditutup pada 5 Mei lalu lantaran ada 1 pegawai yang positif terinfeksi virus corona. Penutupan dilakukan atas perintah Pemkab Sleman.
Rapid test terhadap seluruh karyawan supermarket lalu dilakukan untuk mendeteksi penyebaran. Hasilnya, 57 pegawai terindasi positif berdasarkan hasil rapid test.
Warga yang pernah berkunjung ke supermarket Indogrosir di Sleman, Yogyakarta bisa mengikuti rapid test massal (AP/Tatan Syuflana