Hingga, Sabtu (9/5) ini, total ada 1.193 rumah di Aceh Besar yang terendam banjir.
Informasi diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir juga membuat warga mengungsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir di sejumlah ruas jalan dan rumah warga dikarenakan air hujan yang turun," kata Sunawardi, Sabtu (9/5).
Ada 10 desa di lima kecamatan yang terdampak banjir di Aceh Besar, yakni Desa Lampasie Engking, Garot, Lambhue, Komplek Villa Buana, Gue Gajah, Cot Rangkang, Reuloh, Krueng Kala, Geunteut, Lhoong, Biluy dan Desa Ajuen.
Selain di Aceh Besar, banjir juga merendam enam kecamatan di Kota Banda Aceh dengan ketinggian air mulai 20 cm hingga 1,3 meter. Enam kecamatan yang terdampak banjir di Banda Aceh, yakni Kecamatan Jaya Baru, Meuraxa, Kuta Alam, Kuta Raja, Baiturrahman dan Syiah Kuala.
Sementara itu, tadi pagi, hujan deras juga mengguyur daerah Kabupaten Bireuen, yang menyebabkan delapan kecamatan terendam banjir. Hingga kini, banjir di wilayah itu belum surut. Namun satu orang dinyatakan meninggal dunia karena terseret arus banjir.
Korban meninggal merupakan balita berusia tiga tahun. "Balita tersebut terseret arus banjir sejauh 1 km dari rumahnya dan ditemukan tidak bernyawa," kata Sunawardi.
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang, Aceh Besar, Zakaria Ahmad mengatakan, pihaknya memprediksi hujan yang mengguyur sebagian wilayah Aceh akan terus berlanjut hingga tiga hari ke depan.
"Keadaan seperti ini diperkirakan masih berlanjut hingga dua sampai tiga hari ke depan," kata Zakaria Ahmad saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, hujan deras dipicu terbentuknya tekanan rendah di Selat Malaka sebelah utara Aceh. Hal itu, katanya, menyebabkan terjadi belokan angin di wilayah Aceh.
Kemudian uap air yang terbawa ke Aceh, menyebabkan munculnya awan. Dia mengatakan awan yang terbentuk itulah memicu hujan disertai angin kencang dan petir. (dra/osc)