"Iya benar dari tambahan 23 kasus positif covid-19 baru, salah satunya adalah bayi laki-laki usia 1,6 tahun," ucap Jaduliwan, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Bengkulu, Sabtu (9/5).
Jaduliwan menjelaskan bayi tersebut sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena mengalami demam, batuk dan flu setelah pulang dari Provinsi Jambi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil uji swab yang kita terima dari laboratorium hari ini bayi tersebut dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19," ucapnya, seperti dikutip dari Antara.
Herwan juga mengatakan pihaknya berencana melakukan screening dengan rapid test untuk setiap orang setiap orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif covid-19. Mereka juga akan diminta untuk melakukan karantina mandiri.
Terjadi lonjakan kasus yang signifikan pada hari ini, Sabtu (9/5), yakni penambahan 23 kasus dari yang sebelumnya 14 kasus. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan satu orang dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya masih dalam proses penyembuhan.
"Untuk kasus bayi yang positif covid-19, saat ini menjalani karantina mandiri di rumahnya, tetapi kita tetap terus memantau perkembangan kesehatannya," ujar Herwan. (stu)