"Kita evaluasi, pertambahan per harian, tetap 93 kasus dalam empat hari terakhir ini, nihil positif. Sebelumnya, masih dalam sepekan ini juga pernah empat hari nihil positif yakni 91 kasus," kata Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk pasien sembuh, dalam sepekan terakhir tercatat enam orang pulih dan dipulangkan untuk kembali menjalani masa isolasi mandiri di rumah masing-masing. Secara keseluruhan, total sebanyak 19 pasien di Kota Bogor telah dinyatakan terbebas dari infeksi virus corona.
Dia mengatakan Kota Bogor tetap menggelar PCR dan akan memperluas tes tersebut untuk mengetahui potensi-potensi penularan.
"Enggak [pengurangan jumlah PCR], tetap saja, rata-rata kita konsisten 40-50 PCR per hari, justru ke depan kita akan tingkatkan lagi," ujar Sri Nowo.
Ia pun berharap Kota Bogor bisa terus menekan jumlah pasien positif. Untuk mewujudkan itu, Sri Nowo mengimbau seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut mengamini tren landai kasus positif meski tidak mulus dan sedikit fluktuatif.
Ia mengaku, turunnya angka kasus positif atas upaya Pemkot Bogor dalam melakukan penelusuran kontak dengan warga yang memiliki riwayat dan keterkaitan dengan beberapa klaster besar yang mendominasi kasus Covid-19.
"Analisis sementara klaster terbesar sudah berhasil diputus rantainya, seperti klaster Gowa, jemaah, itu sudah ya. Saat ini kita masih mewaspadai transmisi lokal," kata Dedie.
Selain penelusuran kontak, ia menilai PSBB cukup memberikan pengaruh meski tidak signifikan. Agar PSBB maksimal, ia menghimbau seluruh warga benar-benar menerapkan aturan PSBB serta protokol kesehatan.
"PSBB efektivitasnya hanya di bawah 50 persen ya, karena 8 sektor yang beroperasi dikecualikan itu merepresentasikan 70 persen," kata dia.
"Jadi jangan dulu ada kebijakan yang kontradiktif, supaya menjaga momentum terputusnya rantai klaster besar ke wilayah masing-masing," ujarnya. (khr/wis)