Kasus positif Covid-19 di Jatim diketahui melonjak tajam hingga 1.502 orang per Minggu (10/5). Secara nasional Jatim berada pada posisi kedua sebaran Covid-19, setelah Jakarta.
"Jatim yang meningkat signifikan, kita laporkan kepada Pak Presiden perlu unsur Pangkogabwilhan untuk membantu pemprov, kabupaten, kota, dalam rangka menata kembali sehingga gugus tugas daerah bisa dapat dukungan penuh dari unsur TNI/Polri di daerah," ujar Doni dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini, pelibatan unsur TNI dapat membuat masyarakat lebih patuh terhadap berbagai protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Kini di Jatim juga telah terdeteksi 52 klaster penularan covid-19 dengan terbesar berupa klaster di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dengan 157 kasus.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah melibatkan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dalam menanggulangi Covid-19. Di dalamnya termasuk pelibatan Kodam Jaya TNI AD, Polda Metro Jaya, Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi yang ikut bergabung dalam gugus tugas.
Hal itu berkenaan dengan langkah Presiden Jokowi yang menerbitkan Keppres No. 7 tahun 2020 menggantikan Pergub DKI No. 291 tahun 2020.
Pelibatan unsur TNI, Polri, Kejati dan Pengadilan Tinggi pertama kali dilakukan di Jakarta. Tim sebelumnya hanya beranggotakan PNS dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkunga Pemprov DKI Jakarta. (psp/pmg)
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)