Mardani menilai langkah pemerintah ini hanya mempertimbangkan aspek ekonomi. Menurutnya, hal tersebut tidak tepat dilakukan saat kondisi pandemi.
"Semua kebijakan publik hendaknya selalu dipandang dari semua sudut. Pertimbangan ekonomi semata bisa menjadi bencana," kata Mardani lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat Pemerintah belum punya road map yang jelas menurunkan Covid-19, ide membebaskan usia 45 tahun ke bawah bisa jadi blunder berikutnya," kata Mardani.
"Tanpa peta, kita berjalan dalam kondisi buta. Mesti tes, tracking, dan siagakan relawan RT dan RW," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan rencana pemerintah membolehkan warga berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja.
Rencana itu diambil untuk mengurangi PHK massal yang sudah berlangsung. Doni mengatakan warga usia 45 tahun ke bawah memiliki presentase kasus corona yang rendah.
"Kelompok ini tentu kita beri ruang untuk bisa aktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terkapar karena PHK bisa kami kurangi," ujar Doni dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (11/5). (ain/dhf/ain)