"Di Kota Bandung tidak ditemukan daging sapi yang dipalsukan dari daging babi. Sehingga dapat kami nyatakan bahwa daging sapi yang ada di Kota Bandung aman dan halal dikonsumsi," kata Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, Selasa (12/5).
Sidak dilakukan menyusul penangkapan empat pelaku penjualan daging babi dengan boraks agar terlihat seperti daging babi di Kabupaten Bandung,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain petugas di Dispangtan sendiri yang melakukan pemeriksaan secara rutin baik khusus maupun mengambil sampel acak," ucapnya.
Gin juga meminta kepada warga Bandung untuk tidak mudah tergoda dengan harga murah yang ditawarkan pedagang daging sapi. Hal itu untuk menghindari adanya kecurangan penjualan daging.
Sidak di Baleendah
Dari kabupaten, Satgas Pangan Kabupaten Bandung melakukan sidak ke Pasar Baleendah, Selasa (12/5).
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, pada agenda tersebut dilakukan pengecekan dan pengetesan kepada setiap pedagang daging di Pasar Baleendah.
"Jadi hari ini, kami bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak pasar. Tujuannya mengecek apakah benar terkait dengan kasus kemarin adanya peredaran daging sapi yang berasal dari daging babi," kata Hendra.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap 20 sampel daging sapi secara acak yang dijual pedagang di Pasar Baleendah, Hendra mengatakan tidak ditemukan adanya unsur daging babi.
"Kita sudah melakukan pengecekan dan melakukan pengetesan sekitar 20 sampel kita ambil. Alhamdulillah, di Pasar Baleendah ini negatif hasilnya," ungkapnya.
Selain di Pasar Baleendah, Satgas Pangan Kabupaten Bandung juga melakukan sidak ke sejumlah pasar lainnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak adanya peredaran daging babi yang diolah dengan boraks sehingga mirip daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. (ain/hyg/ain)