"Tidak betul kalau ada yang berpendapat PSBB tidak efektif," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Bandung, Selasa (12/5).
Emil, panggilan akrab Ridwan mengungkapkan data kasus terkonfirmasi positif covid-19 cenderung melandai sejak diberlakukannya PSBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, mantan wali kota Bandung ini mengakui adanya ketidakdisiplinan masyarakat. Terutama aktivitas masyarakat pada sore hari.
"Hanya kedisiplinan harus diketatkan terutama di sore hari," tuturnya.
Setelah itu, PSBB di Jabar dilanjutkan dengan pembatasan sosial tingkat provinsi mulai 6-19 Mei.
Sebelumnya, Anggota DPR Dedi Mulyadi menyampaikan agar penerapan PSBB di sejumlah daerah dihentikan karena sudah tidak efektif dalam menekan interaksi dan pergerakan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Kondisi sekarang sudah tidak efektif. Saya mengusulkan PSBB diganti dengan karantina komunal berbasis RW dan desa," katanya dalam sambungan telepon dari Karawang seperti dilansir dari Antara, Minggu (10/5).
Mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan melalui karantina komunal, di setiap desa mulai tingkat RW disediakan tempat karantina, pos penjagaan, alat pelindung diri, ambulans dan alat pengukur suhu tubuh. Bahkan disarankan agar tes swab dilakukan di tingkat RW.
(hyg/sfr)