"Kita tutup lantai 1 selama 3 hari untuk penyemprotan disinfektan," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Dedie menyebutkan Pasar Atas Kota Bogor tetap membuka akses penuh untuk dua lantai lain yang menjual kebutuhan pangan. Mekanisme pengamanannya, Dedie menyatakan akan memperketat pengawasan dan mensterilkan lantai 1 terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 3 ini langsung dilanjutkan swab test dan 1 diantaranya dinyatakan positif berprofesi sebagai pedagang, warga Kabupaten Bogor," ucap dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno penelusuran kontak awal di area pasar telah ditindaklanjuti dengan tes PCR swab.
"Kemarin siang kita swab 16 orang, terdiri dari karyawannya, istrinya, tetangga penjualnya, dia kios pakaian ya di lantai 1," kata Sri.
Selain itu, Sri Nowo mengaku telah berkoordinasi dengan Kabupaten Bogor dalam menangani kasus ini, mengingat pedagang itu bukan warga asli Kota Bogor.
Dari jumlah tersebut, 21 orang dinyatakan sembuh dan 14 orang lainnya meninggal.
Pemkot Bogor telah mengajukan perpanjangan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 26 Mei mendatang. PSBB ini merupakan tahap ketiga yang dilakukan di Kota Bogor.
Sebelumnya, Kota Bogor bersama empat daerah penyangga DKI Jakarta lain di Jawa Barat memberlakukan PSBB tahap pertama sejak (15/4) lalu. Kemudian PSBB tersebut diperpanjang hingga Selasa (12/5). (yoa/khr/wis)