Riza menyatakan kritik dari Budi Arie itu hanya salah paham. Ia mengajak Budi Arie untuk duduk bersama membahas masalah data penerima bansos di Jakarta.
"Kalau dari Wamendes merasa masih ada yang kurang, bisa koordinasi dengan pihak kami dan Kemensos di pusat yang sama-sama punya basis data dan bisa saling dicek sama-sama. Kalau di lapangan masih ada yang kurang, nanti kita perbaiki sama-sama," kata Riza kepada CNNIndonesia.com, Rabu malam (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Partai Gerindra itu pun mengatakan proses verifikasi di RT dan RW tidak semudah yang dibayangkan. Dari hasil verifikasi sementara, menurutnya masih ditemukan 1,6 persen data penerima bansos yang invalid atau tidak sesuai.
"Dan kita juga memberi kesempatan kepada warga yang berhak silakan koordinasi kepada RT/RW, nanti RT/RW yang lakukan verifikasi, klarifikasi, dan validasi," tambahnya.
Menurut dia, data-data tersebut harus segera direvisi lantaran sejak 2011 lalu data-data ini memang belum diperbaiki.
"Yang paling ngawur itu data Provinsi Jakarta. Nah itu memang datanya kacau sekali," kata Budi Arie saat melakukan siaran langsung di Facebook Migran Care, Selasa (12/5). (dmi/bmw)