Pantauan di lokasi, ratusan orang menumpuk di luar pagar kantor camat. Pemerintah kecamatan yang memfasilitasi pembagian BLT itu memanggil penerima bantuan sebanyak sepuluh orang secara bergantian di kantor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinaldi menjelaskan bahwa Pemkab Pessel bekerja sama dengan Bank Nagari untuk membagikan BLT. Pembagiannya ditetapkan di kantor camat. Petugas Bank Nagari membagikan BLT kepada warga, sedangkan pemerintah kecamatan hanya memfasilitasi pembagian.
Pemkab Pessel, kata Rinaldi, menggandeng Bank Nagari untuk membagikan BLT di kantor camat agar bantuan cepat diterima masyarakat untuk membeli keperluan menjelang Lebaran.
Rinaldi menginformasikan bahwa Pemkab Pessel mengalokasikan anggaran dana Rp28,8 miliar sebagai BLT untuk 16.000 kepala keluarga di 15 kecamatan. Tiap kepala keluarga menerima uang Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
"Selama masa PSBB masyarakat diharapkan di rumah saja. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pessel selama di rumah pemerintah memberikan BLT, yakni bantuan sosial tunai dari Kemensos untuk 20.830 kepala keluarga, BLT Pemprov Sumbar untuk 11.337 kepala keluarga, BLT Dana Desa untuk 28.000 kepala keluarga, dan BLT Pemkab Pessel," tuturnya.
Camat Sutera, Fachruddin, mengatakan pembagian yang dijadwalkan pemkab hanya dua hari untuk 12 nagari, kerumunan tak bisa dihindari. Pada akhirnya pihaknya membuat solusi untuk membagikan BLT untuk empat nagari hari ini, enam nagari besok, dan dua nagari pada 18 Mei.
Sementara Kapolsek Sutera, AKP Asmardi, menuturkan bahwa pihaknya bersama pemerintah kecamatan telah mengupayakan tak terjadi kerumunan dalam pembagian BLT agar tak melanggar Maklumat Kapolri dan penerapan PSBB. Caranya ialah memanggil penerima BLT per sepuluh orang untuk masuk kantor camat.
"Tapi, masyarakat awam tidak tahu dengan itu. Masyarakat bagaimana caranya cepat mendapatkan uang bantuan," katanya. (adb/wis)