Nihan, guru SMA Negeri 3 Seluma, Bengkulu, menganggap kondisi di daerahnya belum aman untuk mengizinkan siswa datang ke sekolah.
"Belum aman, karena semakin hari semakin bertambah. Berjatuhan korban ini. Jadi lucu nanti [kalau sekolah dibuka]," ujarnya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, ia menyatakan guru tak mungkin diminta mengajar dengan waktu dua kali lipat jika hal tersebut diterapkan. Artinya, harus ada modifikasi materi pembelajaran yang diberikan setiap hari.
"Maksudnya jamnya dikurangi. Kalau selama ini kan satu pelajaran dua kali 45 menit. Tapi ini cukup 45 menit," jelasnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Hal ini diungkap berkaca pada implementasi pemakaian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membayar kuota siswa dan guru. Eka mengatakan hal ini tak maksimal dilakukan di lapangan.
"Syukur kalau kepala sekolah punya keinginan atau memberi kebijakan sesuai dengan instruksi. Tapi fakta di lapangan itu tidak terjadi," tuturnya.
Dari pengalaman tersebut, ia menilai Dinas Pendidikan harus bisa memastikan dana BOS digunakan untuk memfasilitasi protokol kesehatan. Misalnya, untuk membeli sabun cuci tangan, hand sanitizer, cairan disinfektan.
Dia juga menilai pembagian gelombang belajar tanpa penyesuaian materi pembelajaran akan sulit dilakukan di sekolahnya yang memiliki lebih dari 200 siswa dengan 65 guru PNS dan honorer.
"Kalau dilaksanakan, harus ada betul-betul dinas terkait tegas. Tapi faktanya di lapangan kan tidak seperti itu," keluhnya.
Menkdikbud Nadiem Makarim belum punya solusi tegas soal pembelajaran jarak jauh bagi siswa yang tak punya akses internet dan listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Masalah Ponsel
Kendati demikian, Eka berharap sekolah bisa dibuka dalam waktu dekat karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak efektif dilakukan di lingkungannya.
Ia menyatakan hampir 99 persen siswa di sekolahnya datang dari keluarga dengan ekonomi tingkat bawah yang tak punya fasilitas pendukung PJJ seperti ponsel dan jaringan internet.
Dari 30 siswa dalam satu kelas, paling tidak hanya enam orang yang bisa dihubungi melalui Whatsapp. Itu pun terkendala jaringan karena banyak yang masih tinggal di pelosok desa.
"Syarat dan prosedur pembukaan sekolah sedang disiapkan. Yang jelas protokol kesehatan bidang pendidikan menjadi acuan utama," ujarnya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.
Ia pun menekankan pembukaan sekolah pada Juli ini tidak dilakukan serempak di seluruh daerah di Indonesia.
"Pembukaan sekolah bulan Juli hanya bagi daerah yang sudah dinyatakan aman dari pandemi Covid-19," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah sendiri belum menyatakan rincian daerah yang bakal memulai pembukaan sekolah. Namun Kemendikbud memastikan daerah tersebut harus dinyatakan aman oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
PJJ sendiri diberlakukan di sebagian besar daerah selama pandemi Covid-19. Sejumlah daerah mengeluhkan hambatan PJJ berupa faktor akses internet, listrik, ponsel, hingga paket data.
(fey/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Menkdikbud Nadiem Makarim belum punya solusi tegas soal pembelajaran jarak jauh bagi siswa yang tak punya akses internet dan listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)