"Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada masalah biaya di sana [pemeriksaan]," ujarnya melalui konferensi video, Jumat (15/5).
Dari pemeriksaan tersebut, satuan pendidikan bisa mengetahui jika ada siswa atau pendidik yang terpapar virus selama berkegiatan di sekolah. Hal ini menurutnya penting, mengingat rentang usia siswa yang masih muda membuat mereka menjadi pembawa virus paling efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kasus menurun signifikan, lanjutnya, pemerintah juga perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan yang ketat.
"Guru kita selama ini disuapi berpuluh tahun. Akibatnya kreativitas menurun. Bukan karena keinginan tapi sistem yang buat dia enggak kreatif. Sekarang merdeka belajar ada peluang baru. Tapi gimana cara pindah dari yang lama ke baru," tuturnya.
Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Haris mengatakan pihaknya masih memetakan teknis pembelajaran di tengah corona.
Menanggapi rencana itu, pihak pun mengaku khawatir. Hal ini karena situasi pandemi dinilai belum aman bagi siswa dan pendidik.
Para guru berharap protokol kesehatan seperti menjaga jarak harus benar-benar dilakukan, misalnya dengan menerapkan sistem sif atau pembagian jadwal masuk siswa.