Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono. Ia khawatir jika kran mudik dibuka, maka hal itu akan memperburuk kasus penularan virus corona (Covid-19) di daerah.
"Mudik itu dilarang, tidak ada pelonggaran untuk mudik, sesuai dengan Permenhub 25 tahun 2020 itu masih berlaku. Permasalahan sekarang ini terkait PSBB yang ada di Jakarta yang selesai pada 22 Mei," kata Nyono, Sabtu (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyarankan, memberikan masukan kepada Pak Dirjen Perhubungan Darat, agar PSBB Jakarta itu diperpanjang sampai 31 Mei," ujarnya.
Jika PSBB di Jakarta tidak diperpanjang, maka menurutnya, besar kemungkinan Jatim akan kedatangan banyak pemudik dari Ibu Kota, yang ingin berlebaran di kampung halamannya.
"Maka dikhawatirkan akan terjadi kran arus keluar-masuk dari PSBB yang sangat tinggi, dari Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Nyono.
Namun, dia mengatakan, jika PSBB di DKI Jakarta diperpanjang maka kran akan tertutup, dan gelombang pemudik yang masuk ke Jatim, bisa diminimalisir.
Diketahui, kasus positif virus corona di Jawa Timur bertambah sebanyak 64 pasien, sehingga total ada 1.921 hingga Jumat (15/5). Ada 302 di antaranya yang telah dinyatakan sembuh.
Penambahan kasus terjadi di sejumlah daerah di antaranya yaitu 24 di Surabaya, 1 di Sidoarjo, 1 di Kabupaten Malang, 14 di Kabupaten Kediri, 1 di Kabupaten Gresik, 2 di Kabupaten Probolinggo. (frd/asa)