Peneliti LSI Denny JA Ikram Masloman mengatakan pelonggaran PSBB bisa dilakukan mulai dari daerah-daerah yang sudah mengalami penurunan tambahan jumlah kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DKI Jakarta pertambahan kasus baru tak sampai 200 kasus pada 13 Mei. Angka penambahan tertinggi tercatat pada 9 April dengan hampir 250 kasus baru per hari.
Sementara di Kabupaten Bogor, paling tinggi bertambah 3 kasus baru setiap hari sejak masuk bulan Mei. Adapun di Bali, penambahan kasus tertinggi terjadi pada 3 Mei dengan 25 kasus baru.
"Dari grafik ini, kecenderungan menurun. Sehingga rekomendasi kami karena konsisten menunjukkan penurunan kasus pasca PSBB, maka Jakarta bisa ditoleransi untuk bisa dibuka atau mulai bekerja," ucapnya.
Selain alasan statistik kasus yang menurun, Ikram juga menyinggung soal aspek ekonomi. Dia berpendapat kota-kota itu perlu segera dilonggarkan untuk membangkitkan perekonomian.
Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. LSI Denny JA mengggunakan data sekunder dari tiga lembaga, yakni Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, situs Worldometers, dan WHO. (dhf/wis)