Hal tersebut ia sampaikan setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengecek Bandara Soetta untuk memantau pelaksanaan pengecualian perjalanan dinas di masa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Memang terjadi kepadatan terutama di penerbangan sekitar jam 06.00 pagi sampai jam 08.00 pagi," kata Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada umumnya di Bandara Soetta untuk penerbangan di jam 06.00 pagi, mereka sudah datang pada pukul 02.00 dini hari," ujarnya.
Untuk itu, Yurianto mengimbau agar penumpang di jam-jam tersebut tidak datang lebih awal.
"Ini yang menjadi perhatian kita bersama bahwa protokol kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, adalah sesuatu yang harus dipatuhi secara bersama-sama," ujar Yurianto.
Sebelumnya, Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga menjelaskan bahwa penumpukan yang sempat terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dipicu karena ada 13 jadwal penerbangan yang bersamaan di waktu yang hampir bersamaan.
"Di antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan," kata Febri dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Kepadatan di Terminal 2 Bandara Soetta kata Febri memang sempat terjadi sekitar pukul 04.00 pagi. Kepadatan dipicu oleh 11 penerbangan milik Lion Air Grup dan dua penerbangan Citilink yang hampir bersamaan antara pukul 06.00-08.00 pagi.
Namun sejam kemudian, kepadatan kata Febri sudah terurai dan kembali normal. Selain itu, aparat gabungan di bandara kata dia juga sudah mengurai antrean dan mengatur jarak fisik. (mts/osc)