Di Jakarta misalnya, kawasan Pasar Tanah Abang kembali dipadati pedagang kaki lima (PKL) dan pembeli. Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, Minggu (17/5), para PKL membuka lapak di sekitar Jalan Jatibaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta di lapangan ini bertolak belakang dengan aturan pelaksanaan PSBB di Jakarta yang dimulai sejak 10 April lalu.
Sementara itu berdasarkan laporan CNNIndonesia TV, Pasar Kebayoran Lama juga dipadati pembeli di tengah penerapan PSBB. Tak ada petugas yang melakukan pengawasan membuat penjual maupun pembeli menjaga jarak fisik, memakai masker dan sarung tangan.
Salah seorang warga, Tri mengaku tetap berbelanja langsung ke pasar karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Juga kita kan butuh buat sehari-hari ya, kita jadinya ya mau enggak mau kita haru tetap berjualan, berbelanja," ujarnya.
Tak hanya pasar di Jakarta, kepadatan juga terjadi di Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam video yang beredar di media sosial, masyarakat berdesakan di pasar tersebut tanpa bisa menjaga jarak fisik.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan PKL di Pasar Tanah Abang dilarang berjualan selama pelaksanaan PSBB di Ibu Kota. Ia menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan PKL yang masih berjualan di sekitar Pasar Tanah Abang.
Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku kaget melihat kerumunan warga baik pedagang maupun pembeli sampai berdesakan di Pasar Anyar. Ia pun langsung memerintahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membubarkan aktivitas jual beli di pasar tersebut.
"Kita berada pada garda terdepan untuk pengawal pelaksanaan PSBB. Tolong dibantu untuk membubarkan pengunjung. Semua toko yang bukan menjual makanan dan sembako agar ditutup," ujar Bima seperti dilansir dari Antara.
Pemprov DKI menerapkan PSBB sejak 10 April dan akan berakhir pada 22 Mei mendatang. Sementara Pemkot Bogor telah memperpanjang pelaksanaan PSBB hingga 26 Mei 2020.