Data tersebut merupakan data yang terkumpul dari sejumlah wilayah hingga pukul 12.00 WIB.
"Bertambah 486 kasus positif, total 18.496 kasus," demikian dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, covid19.go.id, Selasa (19/5) pukul 15.19 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara provinsi, kasus Corona terbanyak masih ada di DKI Jakarta dengan 6.059 kasus (33,6 persen), menyusul kemudian Jawa Timur 2.296 kasus (12,7 persen), dan Jawa Barat 1.677 kasus (9,3 persen).
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengimbau masyarakat untuk berdamai dengan virus corona, meski sebelumnya mengajak para pemimpin G-20 untuk memenangkan perang melawan Corona.
Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyarankan agar hidup berdampingan dengan virus corona. Namun, kata Jokowi hidup berdampingan dengan virus corona bukan berarti masyarakat menyerah.
"Justru dari situlah titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.
Kebijakan pemerintah dalam mengatasi virus corona pun dinilai sejumlah pihak setengah hati karena lebih mengutamakan ekonomi ketimbang kesehatan warga lewat pelonggaran pembatasan.
Penerapan PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan di 27 kabupaten/kota dan empat provinsi. Dari daerah itu, beberapa di antaranya telah melewati PSBB tahap pertama dan masuk ke pelaksanaan PSBB tahap kedua dan ketiga.
(tim/gil)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian