Dia mendesak agar kebijakan pelonggaran PSBB yang dibuat pemerintah harus sama di semua tempat berkumpul masyarakat baik di pasar, bandara, atau rumah ibadah.
Lihat juga:Jokowi Akan Lantik KSAL dan KSAU Baru Besok |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyarankan agar Jokowi segera melonggarkan PSBB di rumah ibadah.
Yandri menyatakan, sikap Jokowi saat ini terkait pasar yang mulai beraktivitas di tengah PSBB menunjukkan ketidakadilan. Padahal, menurut Waketum PAN itu, aktivitas orang ke rumah ibadah jauh lebih bersih dibandingkan ke pasar.
"Justru orang ke rumah ibadah lebih aman sudah bersih. [Kalau] ke pasar lebih berisiko, kenapa [orang] ke masjid atau rumah ibadah lainnya tidak dibolehkan?" ucap Yandri.
Sebelumnya, sejumlah pasar tradisional di beberapa daerah diketahui dipadati masyarakat untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Di Jakarta, Pasar Tanah Abang mulai dipadati pembeli setelah sempat tutup. Sementara Pasar Anyar Bogor juga dipadati pembeli. Bahkan, dua pusat perbelanjaan di Ciledug, Kota Tangerang sudah dibanjiri masyarakat sejak Minggu (17/5).
Merespons fakta itu, Jokowi meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker saat berbelanja ke pasar jelang lebaran. Belakangan banyak masyarakat yang berbelanja meski status bencana wabah virus corona belum dicabut.
"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini mulai ramai karena banyak masyarakat yang belanja dalam rangka persiapan hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, pakai masker," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai Persiapan Idul Fitri, Selasa (19/5).
"Petugas di lapangan betul-betul bertugas untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," katanya. (mts/bac)