Persiapan sudah terpantau sejak Sabtu (17/5) lalu. Fachrul mengatakan, dari pantauan pihaknya terlihat sudah ada pendirian tenda-tenda untuk jemaah haji di Arafah.
"Saat ini tampak ada geliat persiapan haji yang dilakukan pemerintah Arab Saudi. Hal itu antara lain terlihat dari pemasangan tenda-tenda di Arafah oleh Muassasah Asia Tenggara," kata Fachrul dalam keterangan pers di situs kemenag.go.id, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachrul juga menyampaikan penundaan dilakukan karena pemerintah masih berharap ada kabar baik terkait penanganan virus corona.
"Arahan Presiden Joko Widodo agar batas penyampaian pengumuman diundur dengan harapan ada perkembangan baik di Indonesia dan Arab Saudi," ujarnya.
"Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusannya nanti, kami siap melaksanakan," ujar Nizar.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia kembali mengundur keputusan penberangkatan jemaah haji. Presiden Joko Widodo memutuskan hal itu usai menghubungi Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
Pemerintah akan memutuskan hal tersebut pada 1 Juni. Jika haji jadi dilaksanakan, Indonesia akan mengirim kloter pertama pada 26 Juni. (dhf/osc)